Iklan

TANTANGAN BERBISNIS SECARA GLOBAL

A. Pengertian Bisnis
1. Bisnis dilihat dari sudut katanya berasal dari Bahasa inggris yaitu “Business” yang berarti urusan atau perusahaan
2. Hughes dan kapoor menyatakan bahwa bisnis adalah suatu kegiatan suatu usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa untuk menghasilkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
3. Brown dan pratello menyatakan bahwa bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

B. Klasifikasi bisnis
Berdasarkan organisasi bisnis yang bergerak dalam bidang komersial ( profit Seeking ), maka kegiatan bisnis dapat diklasifikasikan dalam 9 macam yaitu :
1. Usaha pertanian
2. Produksi bahan mentah
3. Pabrik/manufaktur
4. Konstruksi
5. Usaha perdagangan besar dan kecil
6. Transportasi dan komunikasi
7. Usaha financial, asuransi dan real estate
8. Usaha Jasa
9. Usaha yang dilakukan pemerintah

C. Tantangan-tantangan yang dihadapi dalam dunia bisnis
Tantangan yang harus diperhatikan apabila kita terjun ke dunia bisnis adalah antara lain dapat berupa :
1. Tantangan Produktifitas
Dunia bisnis harus meningkatkan produktivitasnya, karena.mereka akan menghadapi pasar luas yang makin berkembang. Usaha meningkatkan produktivitas ini dapat dilakukan dengan cara: Memperbaharui mesin-mesin dengan mesin modern, canggih, agar hasil produksinya tidak ketinggalan zaman dan efisien dalam melakukan proses produksi, kembangkan kegiatan Research and Development. Sediakan dana untuk itu, agar bisa berkembang desain, mutu dan pasar baru dari produk yang dihasilkan.Di negara maju banyak dicoba pemakaian robot, untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaan. Kembangkan manajemen personalia agar karyawan dapat dimotivasi dalam meningkatkan produksi dan moralnya lebih baik Libatkan karyawan dalam pengambilan keputusan

2. Tantangan Kualitas
Konsumen merasa tidak senang membeli produk yang cepat rusak dan seringkali diperbaiki. Konsumenpun tidak senang dengan perusahaan jasa yang tidak mau memperbaiki servisnya. Perusahaan yang baik kadang-kadang menunjuk seorang Kepala Bagian atau seorang Wakil Direktur urusan Kualitas. Meningkatkan mutu berarti membuat sesuatu menjadi lebih baik, dan tingkat efisiensi pun menjadi lebih balk pula. Perbaikan kualitas ini tidak menyangkut produk saja, namun juga mencakup seluruh bagian dan tingkatan dalam perusahaan.

3. Tantangan Pasar
Global Persaingan global makin lama makin meningkat. Oleh sebab itu. produktivitas dan kualitas produk harus ditingkatkan agar dapat menghadapi persaingan global tersebut. Jepang memperlihatkan keunggulan dalam hal ini. Ini dimungkinkan karena adanya kerjasama pemerintah yang men-support industri Jepang, sehingga memungkinkan industri Jepang melakukan penetrasi pasar global, untuk semua produk unggulan Jepang seperti mobil, elektronik, film, TV dan sebagainya. Tantangan Pasar Global yang terdiri dari :

a. The Demographic and culture challenge.
( Tantangan kependudukan dan budaya ) Tantangan yang berupa factor kependudukan dan budaya suatu Negara sangat berpengaruh terhadap bisnis yang akan dihadapi karena suatu perusahaan harus bisa menyesuaikan dengan bisnis yang akan dilaksanakan nantinya. Demografi adalah studi kependudukan manusia menyangkut ukuran, kepadatan, lokasi, usia, jenis kelamin, ras, lapangan kerja, dan data statistic lain. Lingkungan demografi menjadi minat utama perusahaan karena lingkungan demografis menyangkut masyarakat, dan masyarakat membentuk pasar.

b. Enviromental challenge.
( Tantangan Lingkungan ) Tantangan lingkungan bisa berupa dari faktor internal dan faktor eksternal Faktor Internal :
Pihak Internal Dunia Usaha .
1.Karyawan Dengan memiliki sumber daya manusia atau sdm yang baik akan sangat membantu dunia bisnis untuk maju
2. Pemegang Saham dan Dewan Direksi .

Adalah dua bagian penting yang mengatur kegiatan atau jalannya roda perusahaan publik di mana para pemegang saham memiliki kemungkinan untuk mempengaruhi suatu perusahaan dengan hak suara yang dimilikinya sesuai dengan persentase saham yang dimiliki.
Pihak Eksternal Dunia Usaha:
1. Pelanggan / Konsumen Konsumen dapat dibagi atau dibedakan menjadi 2, yaitu konsumen perorangan atau individu dan konsumen lembaga/perusahaan/bisnis. Konsumen membelanjakan uang yang dimilikinya untuk barang atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan.
2. Pemasok / Suplier / Suplayer Membatu perusahaan untuk mendapatkan faktor produksi atau input untuk diolah menjadi keluaran atau output yang memiliki nilai tambah.
3. Pemerintah Lembaga yang membuat undang-undang, kebijakan serta peraturan agar roda perekonomian suatu negara atau daerah dapat berjalan seperti yang telah direncanakan.
4. Serikat Pekerja Berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan dengan pekerja seperti upah, jam kerja, fasilitas, kondisi kerja, dan sebagainya
5. Pesaing / Rival Semakin kuat pesaing kita maka akan mengurangi omset perusahaan, sehingga perlu secara terus menerus melakukan pengembangan dan perbaikan untuk dapat menguasai pasar.
6. Lembaga Keuangan Contohnya seperti bank, asuransi, leasing atau sewa guna, dan lain sebagainya yang membantu perusahaan dalam mengelola keuangannya.
7. Lembaga Konsumen Lembaga ini akan membantu konsumen dalam memperjuangkan haknya. Jika ada masalah antara konsumen dengan produk perusahaan, maka lembaga konsumen akan membantu konsumen.
8. Kelompok Khusus Contohnya seperti kelompok sosial, kelompok pecinta alam, dan lain-lain
9. Pihak yang Berkepentingan Lain
Memperhatikan lembaga atau organisasi lain yang berhubungan dengan bisnis yang dijalankan. Jika kita terjun ke dalam bisnis rumah sakit, maka kelompok dokter, paramedis, pasien, dan lainnya harus diperhatikan.
c. The Social Responbility dan ethnic challenge
( Tantangan tanggung jawab social dan adat ) Tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar merupan factor yang tidak dapat diabaikan
d. Technology Chalenge ( Tantangan teknologi ) Teknologi yang selalu berkembang merupakan factor yang tidak tidak mudah untuk ditaklukkan karena dituntut seluruh sumber daya untuk bias mengikuti perubahan tersebut, baik sumber daya manusia, maupun sumber daya produksi. Lingkungan teknologi adalah kekuatan yang menciptakan teknologi baru, menciptakan produk, dan peluang pasar, yang baru. Teknologi telah menciptakan benda-benda yang mengagumkan seperti antibiotic, pembedahan robotic, alat-alat elektronik mini, komputer, laptop, dan internet. Dengan adanya teknologi baru maka akan menciptakan pasar dan peluang baru.
Dapat disimpulkan Secara garis besar tantangan yang dihadapi bisnis yang akan datang adalah sebagai berikut :
1. Masalah: Meningkatnya produktivitas tenaga kerja. Tantangan bisnis ke depan adalah bagaimana menciptakan keunggulan bersaing dan mempertahankan kesinambungan bisnis sehingga tuntutan peningkatan produktivitas kerja menjadi suatu keharusan. Upaya peningkatan produktivitas kerja diantaranya melalui perubahan perilaku.
2. Peningkatan keahlian tenaga kerja. Keahlian dinyatakan dalam 3 bentuk: keahlian berkonsep, keahlian teknis dan keahlian teknologi.
3. Menurunnya tingkat kesetiaan karyawan
4. Respon atas era globalisasi (hilangnya batas waktu dan ruang), yakni globalisasi ekonomi dan globalisasi perusahaan.
5. Budaya keanekaragaman tenaga kerja.
6. Munculnya peniru temporer, yakni terdapat pergantian karena adanya persaingan sehingga daur hidup produk semakin singkat. Untuk itu produk yang jenuh membutuhkan inovasi-inovasi, salah satunya dengan cara menaikkan tingkat ketrampilan.
7. Peningkatan kualitas pelayanan, produk, dan layanan purna jual.
8. Tuntutan dalam beretika bisnis.
D. Faktor-faktor yang menjaga kontinuitas bisnis
Kontinuitas atau kelangsungan bisnis terus menerus dipengaruhi oleh :
a. Liquiditas
Likuiditas diukur dengan rasio aktiva lancar dibagi dengan kewajiban lancar. Perusahaan yang memiliki likuiditas sehat paling tidak memiliki rasio lancar sebesar 100%. Ukuran likuiditas perusahaan yang lebih menggambarkan tingkat likuiditas perusahaan ditunjukkan dengan rasio kas (kas terhadap kewajiban lancar) Rasio likuiditas antara lain terdiri dari: Current Ratio : adalah membandingkan antara total aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Quick Ratio: adalah membandingkan antara (total aktiva lancar – inventory) dengan kewajiban lancar.
b. Solvabiltas
Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya. Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh utang yang ada dengan menggunakan seluruh aset yang dimilikinya. Hal ini sesungguhnya jarang terjadi kecuali perusahaan mengalami ke pailitan. Kemampuan operasi perusahaan dicerminkan dari aset-aset yang dimiliki oleh perusahaan.
c. Rentabilitas
Rasio Rentabilitas betujuan untuk mengetahui kemampuan bank dalam menghasilkan laba selama periode tertentu, juga bertujuan untuk mengukur tingkat efektifitas manajemen dalam menjalankan operasional perusahaannya
E. Jenis-jenis utama dalam keputusan Bisnis
1. Keputusan manajemen
Pengertian Pengambilan Keputusan: Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternative. sebelum pilihan dijatuhkan, ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama, menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik.Secara umum, pengertian pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli,diantaranya adalah : G.R.Terry: Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin menjadi alat untuk pengambilan keputusan. ClaudeS.Goerge,Jr: Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternative yang mungkin digunakan untuk membuat keputusan yang akan diambil. . Siagian: Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternative dan tindakan yang akan diambil akan mempengaruhi pengambilan keputusan yang akan diambil dalam keputusanan .
2. Keputusan keuangan
Pada dasarnya sebuah keputusan keuangan yang diambil terbagi atas tiga, yaitu:
1. Berapa jumlah yang akan dikonsumsikan untuk setiap periode? Apakah mereka akan mengkonsumsi banyak pada awal periode dan sedikit pada akhir periode? Atau sebaliknya?
2. Apakah ada kelebihan penghasilan selama ini? Bagaimana kelebihan penghasilan mereka akan diinvestasikan?
3. Bagaimana mendanai konsumsi dan/atau investasi tersebut? Bagaimana mendapat dana untuk keperluan tersebut?
Dari berbagai keputusan-keputusan yang harus segera diambil ini, maka akan timbul bagaimana mengelola keuangan yang ada untuk mendapatkan suatu penghasilan yang maksimal. Dan pengelolaan ini yang disebut dengan Management Keuangan (Financial Management). Management Keuangan adalah sebuah kegiatan menyangkut dari kegiatan perencanaan, analisis, dan pengendalian kegiatan keuangan. Sehingga terdapat dua keputusan utama dalam management keuangan yakni; bagaimana menggunakan dana (allocation of funds) dan bagaimana mencari pendanaan (raising of funds). Dengan demikian untuk memahami Management Keuangan diperlukan pemahaman-pemahaman akan teori keuangan. Dan pada akhirnya akan timbul keputusan final yang berkaitan dengan keputusan keuangan yakni, apakah akan memaksimalkan nilai perusahaan atau memaksimalkan laba perusahaan

3. Keputusan Pemasaran
Membuat keputusan pemasaran sangat diperlukan dalam bisnis untuk membuat keputusan pemasaran diperlukan riset.Riset Pemasaran itu sendiri mendefinisikan sebagai fungsi yang menghubungkan pemasar melalui informasi dengan konsumen dan masyarakat umum. Informasi ini digunakan untuk mengidentifikasikan dan menentukan peluang dan masalah pemasaran; lalu merumuskan, menyempurnakan, dan mengevaluasi tindakan pemasaran; memantau kinerja pemasaran; dan menyempurnakan pemahaman mengenai pemasaran sebagai sebuah proses serta pemahaman atas cara-cara yang dapat membuat aktifitas pemasaran lebih efektif. Secara sederhana para praktisi riset, mendefinisikan riset pemasaran sebagai suatu identifikasi yang obyektif dan sistematis, dilanjutkan dengan pengumpulan, analisa, dan perangkaian informasi yang bertujuan untuk memperbaiki pengambilan keputusan yang berkaitan solusi masalah dan penemuan peluang dalam proses pemasaran.

FUNGSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ISLAMI

  1. Pendidikan Agama Islam

Istilah pendidikan ini semula berasal dari bahasa Yunani, yaitu paedagogie, yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Istilah ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan education yang berarti pengembangan atau bimbingan. Dalam bahasa Arab istilah ini sering diterjemahkan dengan tarbiyah, yang berarti pendidikan. Ahmad D. Marimba mengatakan bahwa pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan yang dilakukan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan yaitu tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya pendidikan yaitu menuntun kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya.

Dari semua definisi itu dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dengan sengaja dan terencana yang dilaksanakan oleh orang dewasa yang memiliki ilmu dan keterampilan kepada anak didik, demi terciptanya insan kamil.

Pendidikan yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah pendidikan agama Islam. Adapun kata Islam dalam istilah pendidikan Islam menunjukkan sikap pendidikan tertentu yaitu pendidikan yang memiliki warna-warna Islam.  Pendidikan Agama Islam adalah suatu proses bimbingan jasmani dan rohani yang berlandaskan ajaran Islam dan dilakukan dengan kesadaran untuk mengembangkan potensi anak menuju perkembangan yang maksimal, sehingga terbentuk kepribadian yang memiliki nilainilai Islam.

  1. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Islam sebagai ilmu, mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, karena di dalamnya banyak pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun ruang lingkup pendidikan Islam adalah sebagai berikut:

  1. Perbuatan mendidik itu sendiri

Yang dimaksud dengan perbuatan mendidik adalah seluruh kegiatan, tindakan atau perbuatan dari sikap yang dilakukan oleh pendidikan sewaktu mengasuh anak didik. Atau dengan istilah yang lain yaitu sikap atau tindakan menuntun, mebimbing, memberikan pertolongan dari seseorang pendidik kepada anak didik menuju kepada tujuan pendidikan Islam.

  1. Anak didik

Yaitu pihak yang merupkan objek terpenting dalam pendidikan. Hal ini disebabkan perbuatan atau tindakan mendidik itu diadakan untuk membawa anak didik kepada tujuan pendidikan Islam yang kita cita-citakan.

  1. Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam

Yaitu landasan yang menjadi fundamen serta sumber dari segala kegiatan pendidikan Islam ini dilakukan. Yaitu ingin membentuk anak didik menjadi manusia dewasa yang bertakwa kepada Allah dan kepribadian muslim.

  1. Pendidik

Yaitu subjek yang melaksanakan pendidikan Islam. Pendidik ini mempunyai peranan penting untuk berlangsungnya pendidikan. Baik atau tidaknya pendidik berpengaruh besar terhadap hasil pendidikan Islam.

  1. Materi Pendidikan Islam

Yaitu bahan-bahan, pengalaman-pengalaman belajar ilm agama Islam yang disusun sedemikian rupa untuk disajikan atau disampaikan kepada anak didik.

  1. Metode Pendidikan Islam

Yaitu cara yang paling tepat dilakukan oleh pendidikan untuk menyampaikan bahan atau materi pendidikan Islam kepada anak didik. Metode di sini mengemukakan bagaimana mngolah, menyusun dan menyajikan materi tersebut dapat dengan mudah diterima dan dimiliki oleh anak didik.

  1. Evaluasi Pendidikan

Yaitu memuat cara-cara bagaimana mengadakan evaluasi atau penilaian terhadap hasil belajar anak didik.

  1. Alat-alat Pendidikan Islam

Yaitu alat-alat yang dapat digunakan selama melaksanakan pendidikan Islam agar tujuan pendidikan Islam tersebut lebih berhasil.

  1. Lingkungan

Yaitu keadaan-keadaan yang ikut berpengaruh dalam pelaksanaan serta hasil pendidikan Islam.

Dari uaraian di atas dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup pendidikan Islam itu sangat luas, sebab meliputi segala asapek yang menyangkut penyelenggaraan pendidikan Islam.

  1. Hakikat Akhlak
  2. Pengertian Akhlak

Pengertian Akhlak Secara Etimologi, Menurut pendekatan etimologi, perkataan “akhlak” berasal dari bahasa Arab jama’ dari bentuk mufradnya “Khuluqun” yang artinya : budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat.  Sedangkan menurut pendekatan secara terminologi, berikut ini beberapa pakar mengemukakan pengertian akhlak sebagai berikut :

Akhlak adalah sifat yang tertanam kuat dalam jiwa yang nampak dalam perbuatan lahiriah yang dilakukan dengan mudah, tanpa memerlukan pemikiran lagi dan sudah menjadi kebiasaan. Jika dikaitkan dengan kata Islami, maka akan berbentuk akhlak Islami, secara sederhana akhlak Islami diartikan sebagai akhlak yang berdasarkan ajaran Islam atau akhlak yang bersifat Islami.

Akhlak Islami itu jauh lebih sempurna dibandingkan dengan akhlak lainnya. Jika akhlak lainnya hanya berbicara tentang hubungan dengan manusia, maka akhlak Islami berbicara pula tentang cara berhubungan dengan binatang, tumbuh-tumbuhan, air, udara dan lain sebagainya. Dengan cara demikian, masing-masing makhluk merasakan fungsi dan eksistensinya di dunia ini.

  1. Macam-macam Akhlak
  2. a) Akhlak Al-Karimah

Akhlak Al-karimah atau akhlak yang mulia sangat amat jumlahnya, namun dilihat dari segi hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia, akhlak yang mulia itu dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. Akhlak Terhadap Allah
  2. Akhlak terhadap Diri Sendiri
  3. Akhlak terhadap sesama manusia
  4. b) Akhlak Al-Mazmumah

Akhlak Al-mazmumah (akhlak yang tercela) adalah sebagai lawan atau kebalikan dari akhlak yang baik seagaimana tersebut di atas. Berdasarkan petunjuk ajaran Islam dijumpai berbagai macam akhlak yang tercela, di antaranya:

  1. Berbohong
  2. Takabur (sombong)
  3. Dengki
  4. Bakhil atau kikir
  5. Tujuan Akhlak

Tujuan dari pendidikan akhlak dalam Islam adalah untuk membentuk manusia yang bermoral baik, keras kemauan, sopan dalam berbicara dan perbuatan, mulia dalam tingkah laku perangai, bersifat bijaksana, sempurna, sopan dan beradab, ikhlas, jujur dan suci. Dengan kata lain pendidikan akhlak bertujuan untuk melahirkan manusia yang memiliki keutamaan (al-fadhilah). Berdasarkan tujuan ini, maka setiap saat, keadaan, pelajaran, aktifitas, merupakan sarana pendidikan akhlak. Dan setiap pendidik harus memelihara akhlak dan memperhatikan akhlak di atas segalagalanya.

Pendidikan agama berkaitan erat dengan pendidikan akhlak, tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa pendidikan akhlak dalam pengertian Islam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pendidikan agama. Sebab yang baik adalah yang dianggap baik oleh agama dan yang buruk adalah apa yang dianggap buruk oleh agama. Sehingga nilai-nilai akhlak, keutamaan akhlak dalam masyarakat Islam adalah akhlak dan keutamaan yang diajarkan oleh agama.

MATRIKS

Matriks

Matriks adalah himpunan skalar (bilangan riil atau kompleks) yang dibatasi tanda kurung yang berbentuk persegi panjang dan disusun menurut baris dan kolom. Skalar-skalar yang menyusun baris ataupun kolom dari suatu matriks disebut elemen-elemen dari matriks.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa disimpulkan bahwa syarat suatu adalah:

  1. Berbentuk persegi panjang dan ditempatkan dalam kurung biasa atau kurung siku.
  2. Unsur-unsurnya terdiri dari bilangan-bilangan.
  3. Mempunyai baris dan lajur (kolom).

Matrik disebut juga tabel lajur yang memiliki indeks baris dan indeks kolom.

Nama matriks=(indeks baris, indeks kolom)

Kesamaan Matriks

Dua buah atriks atau lebih dikatakan sama jika jumlah baris dan kolom (berordo sama) dan jika elemen-elemen yang seletak pada kedua matrik bernilai sama.

Notasi matrik (penamaan Matriks)

Memberi nama matrik dengan huruf besar A,B,C dan lain-lain. Secara lengkap ditulis matrik A=(aij) artinya suatu matrik A yang elemen-elemennya aij di mana indeks i menyatakan baris ke-i dan indeks j menyatakan kolom ke-j dari elemen tersebut. Boleh pula kita tuliskan matriks A(mxn)=(aij).(mxn) disebut ukuran (ordo) dari matriks.

 

Operasi-operasi pada matriks

 

  1. Penjumlahan dan pengurangan pada Matriks.
  2. Perkalian Matriks
  3. Transpose Matriks
  4. Determinan Matriks

LEVEL ORGANISASI, BISNIS FUNSIONAL, AKTIVITAS MANAJEMEN

• LEVEL ORGANISASI

Sistem Informasi Menurut Level Organisasi :

Sistem Informasi menurut level organisasi ini berguna untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan rutin untuk keperluan mengontrol arus dari transaksi yang terjadi di organisasi.Sistem informasi semacam ini yang berbasis pada transaksi disebut
TPS ( Transactions Processing Systems ) dan PCS ( Process Control Systems ).

Sistem Pakar ( SP ) atau expert
system ( ES ) adalah system informasi yang berisi dengan pengetahuan dari pakar sehingga dapatdigunakan untuk konsultasi.Sistem pakar ini sangat berguna karena ada beberapa hal, yang pertama ialah sistempakar selalu tersedia di organisasi, sedang pakar belum tentu selalu berada di tempat. Misalkansuatu keputusan harus diambil oleh manajer yang pakar dalam suatu bidang, karena manajer inipergi dan tidak berada di kantor, maka keputusan yang harus diambil tertunda. Kedua, sistempakar dapat menyimpan dan mengingat pengetahuan yang sangat tidak terbatas dan tidak kenallelah oleh sebab itu di masa mendatang, pekerjaan seorang dokter akan sangat terbantu sekalidengan adanya sistem pakar yang diisi dengan sejumlah pengetahuan ( misalkan : semua jenisobat dan efek nya ) yang pakar nya sendiri belum tentu dapat mengingatnya.

• SISTEM BISNIS FUNGSIONAL

Sistem bisnis fungsional merupakan sistem informasi yang ditujukan untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan bisnis perusahaan kepada kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam perusahaan. Jenis sistem informasi yang mendukung diantaranya akuntansi, keuangan, pemasaran, manajemen operasi dan manajemen sumber daya manusia.Dari gambar 8.1 dapat dilihat bagaimana sistem ini mendukung berbagai area fungsional dalam bisnis.

image001

8.1. SISTEM PEMASARAN

Fungsi bisnis dari pemasaran berhubungan dengan perencanaan, promosi dan penjualan produk-produk yang ada dalam pasar yang ada, serta pengembangan berbagai produk baru dan pasar baru untuk dapat dengan lebih baik menarik serta melayani pelanggan lama maupun calon pelanggan. Dengan demikian pemasaran dianggap sebagai fungsi penting dalam operasi bisnis suatu perusahaan.

8.1.1. Pemasaran Interaktif

Pemasaran interaktif ditemukan untuk mendeskripsikan proses pemasaran yang berfokus pada pelanggan, yang berdasarkan pada penggunaan Internet, intranet dan ekstranet untuk membuat transaksi dua arah antara perusahaan dengan para pelanggan atau calon pelanggannya. Tujuannya adalah memungkinkan perusahaan menggunakan secara menguntungkan jaringan mereka agar dapat menarik serta mempertahankan pelanggan yang akan menjadi mitra perusahaan dalam membuat, membeli serta meningkatkan produk dan jasa. Hasil yang diharapkan adalah campuran yang kaya dari data penting pemasaran, ide-ide produk baru, penjualan yang banyak, dan hubungan dengan pelanggan yang kuat.

8.1.2. Pemasaran yang Bersasaran (Targeded Marketing)

Pemasaran yang Bersasaran (targeded marketing) adalah konsep manajemen promosi dan iklan yang meliputi sasaran:

  1. Komunitas. Perusahaan dapat menyesuaikan pesan iklan dan metode promosi untuk komunitas tertentu.
  2. Isi. Isi dari pesan-pesan ditujukan pada kelompok sasaran.
  3. Konteks. Iklan diarahkan hanya pada orang-orang yang telah mencari informasi mengenai suatu subjek yang berhubungan dengan produk perusahaan.
  4. Demografis/fisiografis. Usaha pemasarn dapat ditujukan hanya untuk jenisjenis atau kelas-kelas tertentu, contohnya penghasilan menengah, laki-laki dan sebagainya.
  5. Perilaku online. Usaha iklan dan promosi dapat dibentuk setiap adanya kunjungan ke suatu situs oleh seseorang.

8.1.3. Otomatisasi Tenaga Penjualan

Otomatisasi Tenaga Penjualan merupakan cara untuk mendapatkan keunggulan strategis dalam produktivitas penjualan serta responsivitas pemasaran.

8.2. SISTEM PRODUKSI

Sistem informasi produksi mendukung fungsi produksi/operasi meliputi semua aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan dan pengendalian proses menghasilkan barang atau jasa. Sistem informasi digunakan untuk manajemen operasi dan pemrosesan transaksi pendukung semua peruahaan yang harus merencanakan, memonitor dan mengendalikan persediaan, pembelian serta arus barang dan jasa.

8.3. SISTEM SUMBER DAYA MANUSIA

Sistem informasi sumberdaya manusia mendukung manajemen sumberdaya manusia dalam organisasi. Sistem tersebut meliputi sistem informasi untuk kepegawaian dalam organisasi, pelatihan dan pengembangan, dan administrasi kompensasi, situs Web MSDM di internet atau intranet perusahaan menjadi alat yang penting untuk menyediakan layanan SDM bagi karyawan dan calon karyawan.

Sistem sumber daya manusia didesain untuk mendukung:

– Perencanaan untuk memenuhi kebutuhan personel perusahaan

– Mengembangkan potensi karyawan

– Mengendalikan semua kebijakan dan program personel

8.4. SISTEM AKUNTANSI dan KEUANGAN

Sistem akuntansi berbasis komputer mencatat dan melaporkan arus dana melalui pengaturan dan pembuatan laporan keuangan historis. Sistem semacam ini menghasilkan menghasilkan prakiraan kondisi di masa mendatang. Sistem akuntansi operasional menekankan pemeliharaan catatan historis dan pembuatan laporan keuangan yang akurat. Sistem akuntansi manajemen berfokus pada perencanaan dan pengendalian operasi bisnsi. Sistem tersebut menekankan pada laporan akuntansi biaya dan laporan analitis yang membandingkan konerja yang sesungguhnya dengan yang diperkirakan.

Beberapa sistem akuntansi perusahaan yang umum:

a. Pemrosesan pesanan.
     Menangkap dan memproses pesanan pelanggan serta menghasilkan data untuk pengendalian persediaan dan piutang.

b. Pengendalian persediaan.
    Memproses data yangg mencerminkan perubahan dalam persediaan dan memberi informasi pengiriman serta pemesanan ulang.

c. Piutang.
    Mencatat jumlah yang belum dibayar oleh para pelanggan dan menghasilkan faktur untuk pelanggan, laporan bulanan untuk pelanggan serta laporan manajemen kredit.

d. Utang usaha
     Mencatat pembelian dari, jumlah yang masih belum dibayar ke, dan pembayaran ke pemasok, serta menghasilkan laporan manajemen kas.

e. Penggajian.
     Mencatat pekerjaan karyawan dan data kompensasi serta menghasilkan cek gaji dan dokumen serta laporan penggajian.

f. Buku besar
    Mengonsolidasikan data dari sistem akuntansi lainnya dan menghasilkan laporan keuangan periodik derta berbagai laporan usaha.

Sistem manajemen keuangan berbasis perusahan mendukung manajer bisnis dan para praktisi dalam keputusan yang berkaitan dengan keuangan bisnis dan alokasi dan pengendalian sumber daya keuangan. Kategori utama sistem manajemen keuangan meliputi manajemen kas dan investasi, penganggaran, modal, perkiraan keuangan, dan perencanaan keuangan.

• AKTIVITAS MANAJEMEN

Manajemen adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian terhadap penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan.

Aktivitas Manajemen meliputi:

a. Perencanaan dan pengambilan keputusan
Menetapkan tujuan organisasi dan bagaimana cara terbaik untuk mencapainya.

b. Pengorganisasian
Menentukan bagaimana cara terbaik untuk mengelompokkan aktivitas dan sumberdaya.

c. Kepemimpinan
Memotivasi anggota organisasi untuk bekerja bagi kepentingan organisasi.

d. Pengendalian
Memonitor dan memperbaiki aktivitas yang berlangsung untuk memastikan pencapaian tujuan organisasi.


Fungsi Manajemen:

a. Perencanaan
Perencanaan adalah proses untuk menentukan tujuan yang akan dicapai serta langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapainya.

b. Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah proses pemberian tugas, pengalokasian sumber daya serta pengaturan kegiatan secara terkoordinir kepada setiap individu atau kelompok untuk menerapkan rencana.

c. Pengarahan
Pengarahan adalah proses untuk menumbuhkan semangat pada karyawan supaya bekerja giat serta membimbing mereka melaksanakan rencana dalam mencapai tujuan.

d. Pengendalian
Pengendalian adalah proses pengukuran kinerja, membandingkan antara hasil sesungguhnya dengan rencana serta mengambil tindakan pembetulan yang diperlukan.

 

PERBEDAAN SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

• SISTEM INFORMASI

Sistem Informasi (SI)  adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.

Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.

Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sisem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.

Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi dan organisasi informatika.

Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Sistem informasi  adalah kumpulandari  sub-sub  sistem baik phisik maupun non phisik yang  saling berhubungan  satu sama  lain dan bekerja  sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berguna.

• TUJUAN SISTEM INFORMASI

Tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi. Sistem informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya. Data yang diolah saja tidak cukup dapat dikatakan sebagai suatu informasi. Untuk dapat berguna, maka informasi harus didukung oleh tiga pilar sebagai berikut: tepat kepada orangnya atau relevan (relevance), tepat waktu (timeliness), dan tepat nilainya atau akurat (accurate). Keluaran yang tidak didukung oleh tiga pilar ini tidak dapat dikatakan sebagai informasi yang berguna, tetapi merupakan sampah (garbage).

• TEKNOLOGI INFORMASI

TI adalah bidang pengelolaan teknologi dan mencakup berbagai bidang yang termasuk tetapi tidak terbatas pada hal-hal seperti proses, perangkat lunak komputer, sistem informasi, perangkat keras komputer, bahasa program , dan data konstruksi. Singkatnya, apa yang membuat data, informasi atau pengetahuan yang dirasakan dalam format visual apapun, melalui setiap mekanisme distribusi multimedia, dianggap bagian dari TI. TI menyediakan bisnis dengan empat set layanan inti untuk membantu menjalankan strategi bisnis: proses bisnis otomatisasi, memberikan informasi, menghubungkan dengan pelanggan, dan alat-alat produktivitas.

TI melakukan berbagai fungsi (TI Disiplin/Kompetensi) dari meng-instal Aplikasi untuk merancang jaringan komputer dan Database informasi. Beberapa tugas yang TI lakukan mungkin termasuk manajemen data, jaringan, rekayasa perangkat keras komputer, database dan desain perangkat lunak, serta manajemen dan administrasi sistem secara keseluruhan. Teknologi informasi mulai menyebar lebih jauh dari konvensional komputer pribadi dan teknologi jaringan, dan lebih ke dalam integrasi teknologi lain seperti penggunaan ponsel, televisi, mobil, dan banyak lagi, yang meningkatkan permintaan untuk pekerjaan .

PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ISLAM

  1. Pengertian Kepribadian

Kepribadian adalah sesuatu yang berdiri sendiri, mencukupi buat dirinya sendiri, tetapi juga sesuatu yang terbuka terhadap dunia sekitarnya.

Menurut Allport, kepribadian adalah organisasi sistem jiwa raga yang dinamis dalam diri individu yang menentukan penyesuaian dirinya yang unik terhadap lingkungannya.[1]

Carl Gustav Jung mengatakan, bahwa kepribadian merupakan wujud pernyataan kejiwaan yang ditampilkan seseorang dalam kehidupannya.[2]

Kepribadian sebagai sosok menyeluruh dari kehidupan lahir dan batin seseorang yang tercermin dalam sikap perilakunya sebagai individu. Kepribadian dibentuk oleh kecenderungan yang berperan secara aktif dalam menentukan tingkah laku individu yang berhubungan dengan dirinya sendiri dan lingkungan masyarakat yang dalam prosesnya selalu mengalami perubahan dan perkembangan. Dari pendapat diatas dapat disimpulkan, bahwa kepribadian adalah sifat hakiki yang ada dalam diri seseorang yang menentukan dirinya dapat atau tidak untuk menyesuaikan terhadap lingkungannya.
2. Tujuan Pembentuk Kepribadian

Menjadi diri sendiri harus dimulai dari nalar berpikir kearah mana tujuan hidup individu selama dia hidup. Adaun tujuan yang diinginkan dalam membentuk kepribadian yaitu:

  1. Membentuk sikap disiplin terhadap waktu,
  2. Mampu mengendalikan hawa nafsu,
  3. Memelihara diri dari perilaku menyimpang,
  4. Mengarahkan hidup menuju kepada kebaikan dan tingkah laku yang benar,
  5. Mempelajari perubahan-perubahan dalam gaya hidup,
  6. Meningkatkan pengertian diri, nilai-nilai diri, kebutuhan diri, agar dapat  membantu orang lain melakukan hal yang sama, dan
  7. Mengembangkan perasaan harga diri  dan percaya diri melalui aspek dukungan dan tanggung jawab yang bersifat timbal balik.
  8. Faktor-faktor Pembentuk Kepribadian
  9. Faktor Internal
  • Instink Biologis, seperti lapar, dorongan makan yang berlebihan dan berlangsung lama akan menimbulkan sifat rakus. Maka sifat itu akan menjadi perilaku tetap.
  • Kebutuhan Psikologis, seperti rasa aman, penghargaan, penerimaan, dan aktualisasi diri.
  • Kebutuhan Pemikiran, yaitu akumulasi informasi yang membentuk cara berfikirr seseorang, seperti mitos, agama, dan sebagainya.
  1. Faktor Ekstrnal
  • Lingkungan Keluarga,
  • Lingkungan Sosial, dan
  • Lingkungan Pendidikan.

    Langkah-langkah Pembentuk Kepribadian dalam Pendidikan Islam

    Dalam membentuk kepribadian dalam pendidikan islam islam diperlukan beberapa langkah yang berperan dalam perubahannya, antara lain:

    1. Peran Keluarga

    Keluarga mempunyai peran yang sangat besar dalam membentuk kepribadian dalam pendidikan islam. Orang tua menjadi penanggung jawab bagi masa depan anak-anaknya, maka setiap orang tua haru menjalankan fungsi edukasi. Mengenalkan islam sebagai ideologi agar mereka mampu membentuk pola pikir dan pola sikap islami yang sesuai dengan akidah dan syari’at islam.

    1. Peran Negara

    Negara harus mampu membangun pendidikan yang mampu untuk membentuk pribadi yang memiliki karakter islami dengan cara menyusun kurikulum yang sama bagi seluruh sekolah dengan berlandaskan akidah islam, melakukan seleksi yang ketap terhadap calon-calon pendidik, pemikiran diajarkan untuk diamalkan, dan tidak meninggalkan pengajaran sains, teknologi maupun seni. Semua diajarkan tetap memperhatikan kaidah syara’.

    1. Peran Masyarakat

    Masyarakat juga ikut serta dalam pembentuk kepribadian dalam pendidikan islam karena dalam masyarakat kita bisa mengikuti organisasi yang berhubungan dengan kemaslahatan lingkungan. Dari sini tanpa kita sadari pembentukan kepribadian dapat terealisasi.Dalam masyarakat yang mayoritas masyarakatnya berpendidikan maka baiklah untuk menciptakan kepribadian berakhlakul karimah.

    Ketiga peraran diatas sangat berperan aktif dalam pembentukan kepribadian dalam pendidikan islam karena semua saling mempengaruhi untuk pembentukannya.

    Untuk merealisasikan kepribadian dalam pendidikan islam yang ada maka diperlukan tiga proses dasar pembentukan:

    1. Pembentukan Pembiasaan

    Pembentukan ini ditujukan pada aspek kejasmanian dari kepribadian yang memberi kecakapan berbuat dan mengucapkan sesuatu, seperti puasa, sholat, dan lain-lain.

    1. Pembentukan Pengertian

    Pembentukan yang meliputi sikat dan minat untuk memberi pengertian tentang aktifitas yang akan dilaksanakan, agar seseorang terdorong ke arah perbuatan yang positif.

    1. Pembentukan Kerohanian yang Luhur

    Pembentukan ini tergerak untuk terbentuknya sifat takwa yang mengandung nilai-nilai luhur, seperti jujur, toleransi, ikhlas, dan menepati janji.

    Proses pembentukan kepribadian dalam pendidikan islam berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan. Dengan demikian pembentukan kepribadian merupakan rangkaian kegiatan yang saling berhubungan dan saling tergantung sesamanya.

DASAR-DASAR PEMROGRAMAN

Pengertian Dasar Program adalah rangkaian instruksi-instruksi dalam bahasa komputer yang disusun secara logika dan sistematis.

Pengertian Pemrograman adalah suatu kumpulan urutan perintah ke komputer untuk mengerjakan sesuatu, dimana instruksi tersebut menggunakan bahasa yang dimengerti  oleh komputer atau dikenal dengan bahasa pemrograman.

Konsep Dasar Pemrograman pada umumnya adalah IPO (Input Proses Output), lalu dikembangkan mejadi :
Originating -> input -> proses -> Output -> Distribution
||
Storage

Originating

Berhubungan dengan pengumpulan data yang biasanya merupakan pencatatan data kedokumen dasar. Setelah dikumpulkan dilakukan proses input.

Input

Tahapan ini merupakan proses pemasukan data kedalam proses komputer melalui peralatan input.

Proses

Tahap ini merupakan proses pengolahan data dari data yang sudah diinput berupa proses    menghitung membandingkan, mengurutkan, mengklasifikasikan, mengendalikan dan mencari di storage.

Output

Tahap ini merupakan proses untuk menghasilkan keluaran dari proses pengolahan data ke peralatan output berupa informasi (monitor, speaker, dsb)

Distribution

Tahap ini merupakan proses penyebaran informasi kepada pihak-pihak yang berhak dan membutuhkan informasi.

Storage

Tahap ini merupakan perekaman hasil pengolahan data storage yang nantinya dapat dipergunakan untuk input proses selanjutnya.

DATA

Data adalah bahan mentah yang akan diolah menjadi informasi sehingga  dapat dipergunakan oleh user atau pemakai.

1. Tipe Data Dasar : Merupakan tipe data primitif yang tidak terstruktur yang didefinisikan oleh bahasa pemrograman.

Tipe data dasar dibagi menjadi lima bagian yaitu :

a. Numerik, yaitu menyimpan data berupa angka

b. Enumerasi, yaitu suatu urutan list dari nilai-nilai yang berbeda.

c. Boolean, yaitu tipe data untuk merepresentasikan True atau False.

d. Character, yaitu tipe data untuk menyimpan rangkaian karakter.

e. Internationalization, disebut I18N

2. Tipe Data Terstruktur : Merupakan tipe data campuran dari berbagai tipe data dasar. Contohnya array, record, string, list dan file.

3. Tipe Data didefinisikan oleh Pemakai : Tipe data ini biasanya disebut Enumerasi.

4. Tipe Data Penunjuk : Contoh tipe data penunjuk adalah pointer

Model Komputasi

Model Komputasi adalah suatu kumpulan dari nilai dan operasi-operasi. Ada 3 dasar model komputasi :

1. Model Fungsional, yaitu model perhitungan yang fungsional terdiri dari satu set nilai-nilai, fungsi dan operasi, aplikasi, fungsi dan komposisi fungsi.

2. Model Logika, yaitu logika model perhitungan terdiri dari suatu set nilai-nilai, definisi hubungan dan kesimpulan logis.

3. Model Imperative, yaitu model perhitungan yang imperative terdiri dari satu set nilai-nilai yang mencakup suatu status dan operasi tugas-tugas untuk memodifikasi status tersebut.

Prinsip Bahasa Pemrograman

Empat prinsip dasar perancangan bahasa pemrograman adalah:

1. Sintaks, menjelaskan bagaimana struktur program yang benar.

2.Tipe sistem dan semantik, menunjukkan tipe nilai yang dapat dimanipulasi oleh program dan arti(semantik) dari program, mencakup juga aturan penamaan entitas (variabel,fungsi,class,parameter,dll).

3. Manajemen memori, menunjuk kepada sekumpulan teknik yg membantu kita untuk memahami pemetaan letak dari nilai, struktur data, dan struktur program di dalam memori.

4. Exception handling, mengenai penanganan exception (hal-hal yang tak terduga seperti kesalahan input ketika menjalankan program).

Definisi Sintaks, Semantik, dan Pragmatik

Sintaks   : Aturan gramatikal / komposisi suatu program yang mengatur tata cara penulisanhuruf, angka dan karakter lain.

Contoh : Pada pembuatan program Pascal antara 2 statement dipisahkan oleh ; (titik koma)

X:=1;  X:=X+1;

Semantik : Mendefinisikan arti dari program yang benar secara sintaks dari bahasa pemrograman tersebut.

Contoh : Pada pembuatan program C

int vector[10]

Arti semantiknya akan menyebabkan ruang sebanyak 10

Pragmatik  : Kemampuan pemakai dalam mengaitkan kalimat dengan kontek-kontek yang sesuai bagi kalimat tersebut.

Contoh : (A+B)*(A-B)